31 Agustus 2010

Sabar & Ikhlas Itu Relatif "Jack"

Saya punya kuncinya, kenapa saya kini lebih memilih untuk ikhlas, karna memang gak ada yang harus aku ikhlaskan kecuali mengikhlaskan yang memang bukan miliku.

Saya mengerti, kenapa kini saya lebih memilih untuk emosi, lebih memilih untuk bertindak brutal, karna memang tidak ada jalan lain, selain kesabaran saya dan keikhlsan saya yang sudah tidak relatif lagi.

Sabar itu ada batasnya, ikhlas itu juga ada batasnya, selama kedua duanya masih bersepakat berjalan beriringan dan berdampingan, tapi jika tidak, sory sory jack, sabar dan ikhlas saya sudah tidak bisa relatif lagi.

Katakan saja, jika iya katakan, jika tidak juga katakan, karna sabar dan ikhlas itu relatif, jangan usik kesabaran saya dan keikhlasan saya, yang saya pupuk dari nol.

Dan satu lagi, jangan berbuat ulah, yang akhirnya membangunkan kesabaran dan keihlasan saya untuk bertindak lebih brutal.

Oke jack.

Ah, saya sudah tidak ingin bicara panjang lebar, karna meski sudah berpuluh puluh kata, tapi tetap saja, kekumatan itu muncul lagi di permukaan otakmu.

KUMAT LAGI. SAYA MALU SUNGGUH SAYA MALU!

Dihhh kamu kumat lagi?? astaughfiruallah.... kapan sih kamu akan sadarnya?? sadar sih sadar, apa yang harus ku lakukan untuk menyadarkanmu. Kapan kamu akan kembali mengerti, hah... mungkin saya terlalu melebihi kapasitas ku untuk bisa mengendalikan kecewa dan bahagia, dan kala kamu sudah lebih banyak tahu tentang aku, kapan aku bisa tahu lebih banyak tentang kamu? Harusnya aku yang menyindir total, bukan kamu.

Sungguh saya malu, saya malu, kala semua di belakangku sudah tahu, orang orang terpentingku tahu, kau kumat lagi? Lalu mana kamu yang kemaren, baru 1 minggu kemaren kamu sadar, kini kembali kumat lagi.

Ya allah,,, apa lagi sih ini, kapan ia sadarnya? Kapan ia bisa merubah sifat sifat fluktuatifnya, saya malu, saya malu, apa yang harus ku katakan lagi, kala orang terpenting ku sudah mengetahui semuanya, dan dia sudah terlebih dahulu mengetahui siapa saya, lalu kapan giliran saya? Selalu menunda nunda, selalu berkelit dengan alasan ini itu.

Tulisanmu terlalu menyindir bung, terlalu, teramat menyindir, Saya malu. Sangat malu!. Coba katakan padaku “IYA atau TIDAK SELAMANYA”

22 Agustus 2010

Jangan Ambil Kebahgiaanku, Plizzz

JANGAN AMBIL KEBAHAGIAANKU, plizzzzzzzzz

Aneh ya, baru kemaren saya serasa di gempur kecewa yang mampu mengobrak abrik aktivitasku, kini aku serasa mendapatkan sinergi baru untuk kembali tersenyum, dan merasakan kebahagiaan ku kembali.

Bener banget, saya sedang bahagia, bahagia yangg luarr biasa, Allah, jangan ambil kebahgiaan ku terlalu cepat, saya ingin menikmatinya meski sekejap, meski aku yakini ini tidak akan bertahan lama.

Percaya ku ternyata nyata, saat ku mengalami kecewa yang teramat sangat, maka berjalannya waktu, semuanya akan tergantikan. Kebahagiaan itu kembali ada di pihakku, meski sekejap tak mengapalah, asal masih merasakan bahagia ini.

Mungkin roda lagi berputar, dan kini saya lagi berada di atas, dan semua yang dulu berada pada posisi atas kini kembali pada posisi bawah, dan aku yakini saat nya nanti pun aku akan mengalami perputaraan ini kembali. Kala masa masa kecewa itu merenggut paksa bahagiaku kembali.

Allah, jangan ambil kebahagiaanku terlalu cepat, plizzzz...karna aku sedang mengalami bahagia yang luar biasa. Jangan renggut paksa kebahagiaan ku saat ini. plizzz

20 Agustus 2010

Saya Menikmati Kecewa ini

Hah, matur nuwun allah, kau masih menjaga hatiku, masih menguatkan aku kala sakit dan kecewa menyerangku, kala penyakit hati melanda diriku. Saya siap untuk melakukan apa yang membuat saya HAPPY.

Siapa bilang saya sendiri, siapa bilang saya merasa tak percaya diri lagi, pacsa di gempur rasa kecewa, siapa yang bilang patah hati itu di larang, siapa yang bilang sakit hati itu perbuatan dosa.

Saya bangga, tak ada lagi dia di hidupku. hah, saya bangga dengan kecewa ini, saya bangga dengan rasa ke tidak percaya dirian saya, saya bangga tidak ada cinta lagi untuk nya yang membuat hati ini terbolak balikan.

Dan saya bangga, memiliki teman teman yang meski tak bisa menggantikan dalam hal ini “IBU” yang notabene tempat saya mencurahkan tangisan kecewa, saya masih memiliki teman teman yang SIAGA menerima pengaduan saya, sebagai tempat ku membebaskan jiwa saya dari belenggu kecewa dan sakit hati.

Saya ingin bebas, ia pun sanggup bebas, kenapa aku tidak??. kecewa saya sangat menyenangkan, sangat membahagiakan, menikmati nya adalah impian ku saat ini. Ya meski tak ingin seterusnya kecewa. Tapi akan saya nikmati kecewa ini.

Jika ia sanggup tidak perduli dengan perasaan ku, kenapa aku tidak?. Ahhh kini aku tau, betapa buruk sifatnya di balik fisik yang oke. Ahh memang fisik mampu mengelabui siapapun termasuk saya.

Saya bahagia, bisa bebas. Bisa lepas dari argument kolodnya, keberaniannya tak mampu mengalahkan superman, spiderman, atau batman. Keberaniannya hanya satu jengkal jari semut.

Kenapa saya tidak sadar dari dulu? Kenapa saya harus berharap pada hal yang tidak pernah sama dengan harapan ku.

Saya harus segera melepaskan beban ini, harus sanggup, harus mampu berdiri lagi, harus sanggup menggempur rasa tidak percaya diri saya, dan harus mampu mengalahkan rasa kecewa ini. Harus bisa.

-

BERONTAK UNTUK BEBAS
"ATAU"
DIAM UNTUK MATI

19 Agustus 2010

Allah, aku ingin mengadu

Allah, aku ingin mengadu

Lihatlah manisnya bintang itu kala menyapaku malam ini. Bertemankan gema asma MU. Semakin membuatku menemukan damainya malam mu. Tenangnya bulan mu. Sejuknya jiwaku dng siraman asma MU. Sekelebat, ku temukan damai itu.

Allah, malam ini q ingin mengadu, membasuh jasadku dngan air sucimu, mengadu tentang ketidak adilan hamba hambamu kepadaku.

Allah, aku ingin mengadu, q ingin ENGKAU mendengarkan aduanku, tentang jiwa jiwa yg lemah, tentang hati hati yang resah, tentang ketidak adilan perlakuan hamba hambamu kepadaku.

Allah, aku hanya ingin berharap kepadamu, tak ada lagi pengharapanku kepada hamba hambamu.

Allah, malam ini aku ingin bersujud, mengadu kepadamu. Betapa ketidak adilan ini menyergapku.

Allah, Terima pengaduanku, terima tetesan air mataku, terima sujudku malam ini. hanya ENGKAU yang mampu membolak - balikan Hatiku.

18 Agustus 2010

SAYA MENYESAL.

SUMPAH SAYA MENYESAL. MENYESAL SANGAT MENYESAL. TUSUK SAJA HATI SAYA DENGAN SEMBILU. AGAR MENYESAL INI TERUS ADA. SAYA SANGAT MENYESAL. YA ALLAH. SAYA MENYESAL. SANGAT MENYESAL.

17 Agustus 2010

Dirgahayu Indonesia “HIDUP atau MATI harus tetap MERDEKA !!!!!!!!”

Hay guys...., kalian kalian Pemuda Bangsa, aset - aset penting Indonesia, hari ini negara kita Merdeka lochh...., kembalikan memory kalian 65 tahun kala bangsa ini di jajah, hingga kini bebas dan merdeka dari penjajahan.

Indonesia kini Merdeka, Meski bagi saya Merdeka bukan dalam arti yang sebenarnya. Oke, mungkin kalau menunut sejarah, 65 tahun yang lalu Indonesia di jajah oleh Belanda, di buat sengsara oleh Belanda, di tindas dan tidak di manusiakan. Dan akhirnya dengan bambu runcing senjata khas Indonesia untuk melawan belanda berkhasil mengusir penjajah hingga tanah air ini milik kita masyarakat Indonesia, dengan gemah ripah loh jinawinya. ya.. menunut sejarah 65 tahun lampau.

Tapi bagi saya, Merdeka sekarang adalah bukan dalam arti yang sebenarnya, karna Merdeka bagi saya adalah, di kala masyarakat Indonesia hidup sejahtera, tak ada yang namanya miskin makin miskin, dan tak ada yang namanya yang kaya makin serakah.

Tapi saya tetap bangga, meski di umurnya yang kini masuk senja 65 tahun Indonesia, ia masih terus semangat, meski tergopoh - gopong bangkit dari keterpurukan ekonomi.

I love Indonesia, semoga di umur mu ini, engkau makin jaya, makin semangat menumpas ke tidak adilan di muka bumi ini, dan semakin jaya dalam segala aspek nya.

Indonesia bagi saya adalah rumah terindah bagi segala aset bangsa, tempat berkumpulnya segala aset aset penting bangsa, tempat persatuan pemuda pemuda bangsa, tempat segala kenangan dari masa penjajahan hingga masa kemerdekaan dalam arti sebenarnya.

Semangat lah kau Indonesia.

HIDUP atau

MATI tetap harus

MERDEKA!!!!

16 Agustus 2010

Heart Break !!!

Hai Bung … Apakah kau tau bagaimana warna hati ketika bahagia? atau bagaimana bunyinya ketika terluka?”

Hah.. hari ini aku ingin istirahat dulu, rehat - rehat dulu, mengendorkan syaraf otot yang tegang, malasan dulu, menyalurkan hobi dulu, pokoknya have fun lah.

Mungkin akhir ini banyak menguras pikiran, bukan tenaga ya? Bergelut dengan argument yang kolod, selalu membuka kamus ketika akan mengartikan argument yang kolod, selalu belajar mengalah, selalu menyempurnakan sendiri perkataanya yang salah, dan selalu mendeskripsikan apa yang di ucapkan dari mulutnya sendiri.

Mungkin ia tak pernah sadar, atau mungkin gak akan pernah sadar, karna emang susah di sadarkan, tapi why not, saya cukup puas, bisa memerdekakan diri saya sendiri, bermain – main lagi, enjoy dengan pikiran saya sendiri.

Heart Break, cukup menyempurnakan hati saya lagi, bisa membuat saya merasa fresh lagi memulai langkah yang baru. Memulai lagi segalanya dengan lembaran yang baru.

Oke lah kalo beg beg git chu... bentar lagi “pitulasan”, bukan hanya negara kita yang merdeka, meski kenyataanya masih belum Merdeka seutuhnya, yang miskin makin miskin, yang kaya makin semena mena. Tapi gak ada salahnya merdeka itu di awali dari diri sendiri, merdeka dari penjajahan pikiran, merdeka dari ucapan ucapan yang tak masuk akal, dan merdeka dari argumen argument yang kolod.

HIDUP atau MATI tetep harus MERDEKA !!!

15 Agustus 2010

Kisahku Berakhir Di Agustus

Belajar dari Sofi STЯOOCKERS : Terkadang cinta bisa menyenangkan tapi juga kadang bisa menyakitkan, hidup ini indah jika kita selalu bersyukur atas setiap momentnya. Maka untuk bisa di ambil hikmah dari apa yang di alami, bersyukur masih di berikan kesempatan mencintai orang meskipun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Dan untuk mengikhlaskan sesuatu, apalagi yg berhubungan dgn sebuah kenangan tentang perasaan, itu tdk mudah memang.

Kadang kita harus mempunyai kekuatan untk melepaskan sesuatu dgn ikhlas walaupun berat, mendapatkan dan kehilangan kadang perlu terjadi agar kita menjadi dewasa dan mengerti makna indah hidup ini. Kau akan mendapati kebaikan yg besar dalam kesabaranmu menerima apa yg kau benci..”

Akhirnya berakhir sampe disini. Mungkn ini sudah final. Thx god. Kau berikan ia yg tak begtu mencintaiku, untuk ku cintai. Selama 1 thn lebih LD Tegal – Karawang. Dengan segala pasang surut perasaan. Thx juga god, kau telah mempertemukan kami, untuk awal - awal masa keindahan, tapi aku sadar betul, kekurangan ada di pihakku.

Ya aku harus ikhlas, aku harus mengumpulkan hati dan pikiran ku menjadi satu, aku harus bisa legawa, untuk menerima keputusan ini, mungkin ia bukan yang terbaik untuku, bukan yang Engkau pilihkan untukku bermanja dalam mimpi mimpi indah yang ku rajut sendiri.

Aku sadar betul, kesetiaan tanpa cinta adalah kosong, dan cinta tanpa kesetiaan adalah kepura – puraan, dan memang benar rasa cinta jg bisa luntur karna jarak dn waktu.”

Aku sadar betul itu, tak bisa memaksakan perasaan yang tak pernah sedikitpun melandasi hatinya untuku. Aku paham ini hanya sebuah perjalanan dari waktu dan jarak, hingga akhirnya semuanya berakhir.

Banyak hal yang ku pelajari dari seorang “IA” belajar tentang artinya mencintai, berlajar tentang artinya sebuah ketidakpastian, belajar tentang sebuah kasih sayang, belajar tentang sebuah indahnya bermimpi dengan orang yang tak menginginkan mimpi – mimpi indah, belajar tentang artinya kecewa, belajar tentang artinya mencintai tanpa di cintai. Banyak hal yang ku pelajari, hingga akhirnya tanpa ia sadari, atau mungkin ia ketahui, semuanya hanya ku telan, tanpa menghiraukan resahnya di dalam dada.

Tapi aku bangga, bisa mencintai dia, bisa memiliki dia yang 1 tahun ini mengisi relung hariku, mengisi setiap hembus nafasku, mengisi setiap memory memory indahku yang sebelumnya belum pernah aku dapatkan.

Terima kasih sayang, kau mengajariku banyak hal, bukan salah aku dan engkau, namun waktulah yang membuat akhirnya semuanya berakhir. Terima kasih juga sayang, kau sempat singgah di tengah tengah keluargaku, sempat singgah di setiap ujung mimpiku, mengajariku bagaimana memperlakukan engkau yang tak pernah menginginkan aku menjadi bagian dari mimpi indahmu.

Semoga semuanya ada hikmahnya, engkau mendapatkan hadiah yang lebih indah, bermanja dengan mimpi – mimpimu, bermanja dengan denyud nadimu yang masih berjalan, mencintaimu bukan penyesalan, namun penghargaan bagiku.

Spesial Terakhir

Tofik Ismail.

14 Agustus 2010

sendiri

Ya allah.. serasa ku berdiri sendiri.

- -

Di kala kita menemukan seseorang yang kita yakini bahwa kita akan mendapatkan segenggam cinta darinya, maka harapan tiap harapan akan merasuk, dan mengusik pikiran - pikiran ini. Memberikan sebuah tiupan pengharapan ketelinga dan hati kita.

Di kala semuanya sudah ada di genggaman tangan, tepat pada genggaman jemari tanpa tak ada lagi yang terlepas dari sekat jari, maka itu adalah pilihan yang tepat.

Kala saya menemukan cinta saya lagi, memilih untuk mencintai dan terlalu mencintai, maka tunggu saja perjalanan waktunya, cinta itu akan berubah menjadi ketakutan, ketakutan akan sebuah cinta yang bertepuk sebelah tangan, ketakutan untuk tak dapat lagi menemukan mimpi mimpi indah saya lagi, dan ketakutan akan sebuah memory yang tak akan pernah kenal ada habisnya.

Tofik ismail.

Ku temui ia dalam nuansa kemayaan, dalam nuansa siapa sosok ia, dan dalam nuansa ke Akuan aku dan dia, dalam nuansa bahwa kelak berjalannya waktu, 1 tahun lebih aku dan dia akan menemukan jati diri dari sebuah proses percintaan dua insan. Berjalannya waktu itu pun aku telah menemukan bahagiaku sendiri. Menemukan bahwa bukan hanya ada saya lagi, tapi ia dan saya.

Mencintai, apa enaknya mencintai? Di cintai, apa enaknya di cintai? Dan mencintai tanpa di cintai apa enaknya? Sama sama tidak enak ternyata.

Dan saya menemukan kelemahan saya, mencintai tanpa di cintai, mimpi – mimpi yang ku hembuskan setiap ku bangun tidur, tak dapat ku raih, hanya dengan mencintai, tanpa ada nya cinta darinya.

Mimpi mimpi ini terus berkutik, hingga akhirnya telinga dan hati saya tertutup rapat, tanpa ada celah celah kosong untuk memilih tak lagi mencintai.

Mencintai ia adalah suatu kebahagiaan saya, suatu penghargaan bagi saya, suatu moment terindah bisa menemukan ia, hingga detik inipun tiupan nafas nya masih terasa di telingaku, ahhhh … ku tak boleh selemah ini.

Ku yakin kan, bahwa mencintai itu bukan pilihan yang tepat, bukan sebuah jalan dari permasalahan gelora cinta yang kini masih melekat. Di cintai pun bukan pilihan yang tepat untuk menjamin adanya komitment hati yang masih saling keras dengan ke Akuannya.

Dan mencintai tanpa di cintai dengan proses berjalannya masa, dengan komitment 2 hati, ternyata tak cukup untuk menangguhkan dan menguatkan 2 hati ini.

Melepasmu bukan inginku, bukan pula mimpiku, dan bukan pula akhir dari rasa ini, melepasmu adalah pilihan, pilihan yang ku yakini, hati dan pikiran ini lebih rela kau menggenggam hati lainnya. Bermimpi dengan orang yang kau cintai, bukan aku yang mencintai mu tanpa di cintai olehmu.

Ahh.... biarkan memory memory ini terus tertatih sendiri, biarkan aku berlatih kembali bagaimana caranya berdiri kembali, bagaimana caranya berjalan kembali, hingga masa nya habis, dan ku temui kau dengan orang yang kau cintai, bukan yang terlalu mencintaimu. Seperti aku, dengan sisi beratmu yang sudah enggan dengar dengan basa basiku.

Biarkan mimpi - mimpiku terhapus oleh memory memory indah denganmu, biarkan aku berlatih kembali caranya untuk tak terlalu mencintaimu.

Pesanku, ajariku untuk tak terlalu mencintaimu, ajariku untuk membuatmu bisa menemukan siapa yang kau pilih untuk menjadi denyut nadimu, yang menghidupkan hari - harimu, yang membuatmu mencintai seperti aku.

1 juli 2009 – 11 agustus 2010

13 Agustus 2010

-Ku Ikhlaskan Kau Kesekian Kali -

Saat ku temui kau jauh berubah, seakan amnesiamu tak kunjung berakhir, tak kenal aku lagi, tak ingin bermimpi dengan ku lagi, dan saat ku temui bukan aku lagi di ingatanmu. Bukan aku lagi yang membangunkan tidurmu. Yang menyiapkan menu sarapan berupa sapaan lembut lewat hanphone, sebagai alat kita bertemu di udara, Maka dengan jeli ku katakan

Enyahlah.

Ku tak mampu selemah ini lagi, bukan nama ku yang kau sebut lagi, bukan tanganku yang kau raih lagi, dan bukan nadi ku yang berdenyud kencang di jiwamu. Yang menghidupkan hari – harimu.

Enyahlah.

Ya allah, jangan pertemukan kami kembali. Ku tak mampu selemah ini lagi. Ku tak mampu bermimpi dengan ia yang tak pernah memiliki segala impian dengan ku.

Ya allah, ku ikhlaskan ia kesekian kali. Meski jiwa jiwa nya masih berterbangan di memoriku. Ahh berapa sih harga memory itu, akan ku beli asal tak lagi ku selemah ini.

Mencintai tanpa di cintai, apa rasaya? Rasanya seolah tak karuan, asin pun tidak, pedas pun tidak, manis pun tidak.

ah.. Kelebihanku adalah “Mencintaimu”. Dan kekuranganmu adalah “Tak pernah Mencintaku”. Lalu apa alasannya kau mempertahankan aku dengan segala egomu. Dengan segala keyakinanmu, bahwa aku akan baik baik saja, tanpa ada nya cinta dari mu.

Enyahlah.

Doakan saja saya bahagia, tapi maaf ku tak akan mendoakan mu bahagia. Karna bahagiamu adalah miliku. Maaf.

Puasa perdana "On Bekasi Again"

Sebelumnya aku mau ngucapin selmat berpuasa ya???!!!! bagi yang menjalankan, dan tentunya bagi umat muslim dunia. Marhabban ya Ramadhan.

Kemarin, 5 hari sebelum datangnya Bulan Suci ramadhan, mumpung kuliah lagi off sampai lebaran tiba, dan kerjaan yang teramat sangat fleksibel, maka aku memutuskan untuk holiday sekalian merasakan puasa perdana di rumah kakak. Di bekasi again.

Mirip orang pindahan aja lah, bawa baju satu rangsel. Pamitan sana sini, dan gooo... bus sinar jaya jurusan pulogadung tiba, di PO sinar jaya. Jam 9 malam teng. bus melaju ke kota Bekasi. Hmmmm mungkin banyak yang tak mengira bahwa dudul, yang pembawaanya nyante, calem, cool. Keren, bisa walking – walking sendirian ke kota bekasi. Yang notabene adalah kota asing, dan padat penduduk. Kalo yang parno mungkin banyak yang berpikiran, “apa gak takut di culik?, apa gak takut kesasar?” dan ini itu lah. Hahaha...

but aku happy banget, bisa fresh, lepas dari kegiatan yang rutin sehari hari aku kerjakan, yaa itung itung jadi sibolang dari kota tegal yang ke – 100 sekian. Hahah

Tengah malam di bis tengak tengok, kaya orang ilang aja, takut kali aja ada pencopet malam malam ( loch parno amat nih aku ).

Jam setengah 5 pagi sudah nyampe di wilayah cakung, sebenarnya sih asal turun aja, cz aku udah lumayan hafal tempat ini, so turun lah aku di wilayah cakung, dan allah masih memberikan kemujuran padaku, angkot jurusan babelan, tempat kakakku tinggal, ternyata sudah mangkal persis di depan bus yang aku tumpangi. Alhasil, cabut deh dari pangkalannya, yeahhhhhhhhh.... babelan wait me............

Jam 5 pagi baru deh, nyampe di teras rumah kakaku. OMG.. aku berhasil.. hahahahaha akhirnya aku bisa juga ke kota orang sendirian malam malam pula. Hahahah.. siapa yang bilang dudul penakut? Oh yeahhhh......siapa yang bilang dudul gak berani menghalau tantangan.. hahahah ( ahhhh berlebihan amat nih aku ).

oke... this is bekasi, provinsi jawa barat, kecamatan babelan, kudu adaptasi lagi, kudu happy happy lagi, dan yeahhh.... I'm happy you know.. meski di sini panas nya hampir mirip kaya di tegal, meski lebih panas di bekasi sih .. tapiii i'm happyyy … suasana baru, bertemu dengan wajah wajah baru, bermalas malasan, tak kenal mesin pengetik, tak kenal printer, tak kenal orang – orang yang berlalu lalang, dan tak kenal lagi hal hal yang membasikan.

Ahhh pokoknya top markotop dah...

Puasa pertama :

Masih di bekasi, ngerasain suasana baru, gemuruh gemuruh bekasi masih sama, bunyi petasan sana sini, teriak teriak anak kecil, yang jelas judulnya HAPPY. Hahahaha....

Tapi satu kekurangan bekasi, mau ke sana ke sini jauhh semuaa booo..... ahhh gak bisa menikmati kota gede ini. Yaa meski liburan ku tak berujung pada pusat ciri khas kota. Tapi tak mengapalah. Tetap ku nikmati, meski sekejap.

Hingga 5 hari di Bekasi, di tengah siang bolong, udara panas kota bekasi, ku akhiri liburan kali ini, n back to my city, tegal forefer, hahaha.... dan si dudul bolang kini sudah kembali lagi ke peraduannya. Bertemu dengan mesin ketik lagi, printer lagi, winamp lagi, dan ini itu lagi. Oh yeahh.... fresh baby.

06 Agustus 2010

Karna saya seorang Wanita

Karna saya itu wanita, saya tidak mungkin mendahului apa pun yang sudah ada batasan, mana yang harus di ucapkan wanita, mana yang harus di lakukan dan di dahului wanita, dan mana yang harusnya, kaum pria – pria lakukan untuk lebih bersikap adil kepada wanita.

Hah !!!!!!!!!

Karna saya wanita, saya tidak mungkin mendahului apa yang jadi tugas laki laki, meski kenyataanya, wanita pun sanggup bekerja seperti kewajiban laki laki. Namun saya ini wanita. Saya tidak ingin laki laki menjadi lemah seperti wanita, memasrahkan segala kewajiban kepada wanita.

Tolong lah, saya ini wanita, jangan suka menyudutkan, kenapa harus wanita, kenapa bukan kau, para pria - pria

Selalu kami yang harus mengalah, selalu kami yang harus memulai, selalu kami yang harus mendahului.

Saya adalah seorang wanita. Tolong jaga perasaan kami, hargai kami sebagai wanita, jika kau ingin di sebut seorang Pria!

back!

Sudah lama aku gak nulis lagi, nge – post lagi, menyampahkan lagi, ini itu lagi, di rumah kedua setelah rumah ku yang asli.

Ya! di sini semuanya tumpah ruah, gak tanggung – tanggung, saya sampahkan saja di sini, biarkan seluruh alam raya, jagad dan isinya, tau apa yang ingin aku sampahkan.

Entah lah, mau di katakan bosen lah, jenuh lah, gak normal lah, terserah. Ya terserah. Kreasi saya sudah nanggung mati, sudah nanggung terobrak abrik.

Sebenarnya yang tidak waras itu siapa sih? Saya sudah nanggung kepalang pusing, mau di bilang normal yang silahkan, mau di bilang kelewat batas ketidak normalan ya silahkan.

Yang penting saya sudah mulai menetralkan semua, Seperti sedia kala, ya meski tidak pernah sama, masih sedikit hambar dan garing, entahlah!

04 Agustus 2010

Pak Tua

Pagi ini kenapa saya merasa terenyuh sekali. Melihat seorang Pak Tua yang selalu ada di pagi hari, yang selalu pasti ada di depan warnet tempat saya bekerja.

Tubuhnya yang sudah renta sekali. Tuaaaa sekali, keriput di mana mana, gigi ompong nya yang tak tersisa, hanya mampu memikul karung usang di pundaknya, dan sebuah besi bengkok, untuk memunguti kaleng dan botol botol bekas, sisa dari para konsumen warnet.

Ya.. pak tua itu adalah seorang pemulung botol bekas di depan warnet tempat aku bekerja. Ahhh.. hati kecil saya terasa terenyuh, kenapa ya?

Sesekali ingin ku dekati, dan mengatakan.

“dimana anak anakmu, dimana istrimu, kenapa sudah tua seperti ini engkau masih mengais sisa - sisa botol bekas semalaman dari warnet”.

Hai Pak Tua...Tidak kah kau lebih memilih untuk menikmati hari tuamu?. Dan bermanja dengan anak cucumu di rumah istanamu?