26 Maret 2012

Cinta itu Dekat, tidak selalu Jauh

Hai... sudah berapa abad saya tidak pernah berkata tentang cinta, bagi saya cinta itu ramuan, kalo sudah kena pasti langsung menusuk ke dada, lalu ke hati, lalu baru ramuannya menjalar, menerobos ulu hati, lalu ke pikiran, lambung, usus besar, usus kecil dan keseluruh organ tubuh manusia.

Ahh.... rasanya sudah berpuluh-puluh abad yang lalu saya tidak pernah berkata tentang cinta, cinta cinta dan cinta.

Dan sekarang saya ingin mendeklamasikan, bahwa cinta itu dekat, tidak selalu jauh. Setelah saya pernah menjalin hubungan, lalu saya nyaris gagal dan akhirnya gagal, saya pun lelah, lantas pasrah, tapi semuanya hanya sebuah perjalanan kisah hidupku, bahwa sebenarnya cinta itu dekat, tidak selalu jauh.

Oke cinta, mendekatlah, seperti rasanya aku jatuh cinta, lalu mendekat, mendekap, lalu mengatakan engkau sebagai cinta.

_Cinta itu Dekat_

23 Maret 2012

Skripsi itu jinak jinak merpati loh..you can do it guy's..

Teringat kata kata dari teman maya saya, yang selalu dan always singgah di gubuk blog saya yang minimalis, kala tulisan saya tentang rumitnya menghadapi skripsi, celoteh saya tentang tingkat ke setresan mulai meninggi kala di hadapkan dengan skripsi, ia berkata

“skripsi itu menyenangkan lohh”

“...skripsi itu sebenarnya jinak-jinak merpati lohh”

“...hidup skripsi!!”

ada juga yang kirim komentar begini

“sambil lirik skripsi saya yang mulai terbengkalai”

“jangan malas, jangan menunda-nunda, semangat berskripsi kawan”

Skripsi, tugas akhir yang biasanya di bebankan kepada mahasiswa tingkat akhir khususnya untuk para calon calon sarjana muda biasanya menjadi masalah sendiri yang menakutkan, ada yang bilang skripsi itu menyeramkan, ada yang bilang skripsi itu bikin stres, bikin gak doyan makan, gak nyenyak tidur, stres mikirin skripsi, bingung mau menulis apa, dan bingung mau buat judul penelitian skripsi apa, dan masih banyak hal-hal lainnya hingga akhirnya si empunya hajat skripsi jatuh sakit T_T

Dan tidak sedikit yang sempat putus asa karna skripsi mereka yang terbengkalai, belum lagi dapat godaan dari sana sini, entah dari pihak intern yaitu universitas tempat mereka menimba ilmu, dosen yang di cari keliling keliling sudut kampus yang sangat sulit, belum kala ketemu dosen hasil ketikan di corat coret, menentukan jenis penelitian yang gunakan, metode penelitian apa yang di gunakan, dan perhitungan statistik apa yang digunakan dan hal lainnya.

Sungguh, tidak sedikit mereka yang mengatakan skripsi itu rumit, serumit apakah itu? Hmm..Mungkin faktor terbesar kenapa skripsi menjadi hal yang menakutkan bagi para calon calon sarjana adalah rasa malas atau rasa suka menunda nunda itu sendiri.

Kayaknya memang gak asing ya dengan “penyakit” yang satu ini, penyakit menunda-nunda pekerjaan. Menunda-nunda suatu pekerjaan juga tergolong penyakit loh sodara-sodara, yang akhirnya menjadi kebiasaan. Yang akhirnya akibat penyakit menunda-nunda itu lah kita menjadi stres, pekerjaan semakin menumpuk, tugas semakin banyak, malas pun menghampiri, dah datanglah penyakit yang sebenarnya, gak doyan makan akhirnya terkena maagh, gak bisa tidur akhirnya insomnia dan banyak penyakit yang seharusnya tidak ada menjadi ada akibat kebiasaan kita menunda nunda pekerjaan itu sendiri.

Supaya pekerjaan atau tugas dalam hal ini skripsi menjadi lancar kaya hembatan sirotol mustaqin maka perlu di lakukan langkah-langkah semacam “ritual” guna mengusir si penyakit menunda menunda pekerjaan dalam diri kita, supaya pekerjaan lancar, skripsi pun menyenangkan

  1. Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”

Kalau kita lagi di hadapkan dengan suatu pekerjaan dan tugas besar, jangan sesekali mengatakan “Kapan Selesainyaaaaaaaaaaaa” karna kata itu sama saja kita menyerah pada takdir, coba ganti kata tersebut dengan “Saya Mulai Sekarang” maka energi positif dan keberanian kita untuk menyelesaikan tanggung jawab itu akan semakin besar, dan beban beban yang sebelumnya seolah hilang.

  1. Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”

dengan kita berfikir “Saya Harus” mengerjakan itu justru membuat fikiran kita terbebani, maka agar semuanya tidak ada beban, dan mengerjakan sesuatunya juga terasa ringan sebaiknya kata itu di rubah dengan “Saya Ingin” mengerjakannya bukan karena paksaan pihak lain. Setidaknya tidak ada seseorang pun di dunia ini yang memaksa kita untuk melakukan pekerjaan tersebut, tapi justru atas dasar keinginan kita sendiri.

  1. Kita Bukanlah Manusia Sempurna

dengan kita berfikir kita harus menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna mungkin mungkin akan membawa beban sendiri dalam diri kita, membawa kita dalam kondisi mental yang tertekan. Dan akibatnya kita akan kembali lagi dalam “penyakit” menunda nunda pekerjaan yang berujung kemalasan.

Meskipun secara manusia kemalasan adalah sesuatu yang normal yang sering menimpa manusia.

Dan ketiga langkah atau tips tersebut di atas, semoga dapat bermanfaat dalam diri kita dalam mengusir sikap malas dan menunda nunda pekerjaan terutama skripsi. Jangan pernah ada beban dalam mengerjakan sesuatunya, agar semua yang kita lakukan dapat menumbuhkan kesenangan dan kebahagiaan. Karna sejatinya suatu tugas baik pekerjaan maupun skripsi merupakan suatu hal yang menyenangkan, setidaknya dalam mengasah mental dan keuletan kita sendiri.

Semangat berskripsi kawan... you can do it...

10 Maret 2012

Perkenalkan ini kakak kakak saya tercinta

Dari sebelah kiri :

Mba lia, saya, mas oji

dan si kecil keponakanku yang fungky abiezz... mas nanda..

Mba dan Mas, betapa bersyukurnya aku memiliki kakak kakak seperti kalian, mba lia yang seperti ibu bagiku, mas oji yang seperti bapak bagiku.

Mba dan mas, tetep jaga tali silaturahmi kita, kalian adalah pengganti bapak dan ibu bagi ku.

Semoga sampai nanti ari menikah dan memiliki anak kalian akan tetap menjadi inspirasi dan panutan terbaiku.

NB : Foto di ambil saat di Dufan jakarta +/- 2 tahun lalu

Akhirnya saya tumbang juga......Infeksi usus menyerang :'(

Sumber Gambar : Klik

Rupanya begini rasanya kala dokter mendeteksi sakit yang saya rasakan akhir-akhir ini, saya fikir sakit saya ini karna faktor kelelahan semata. Gimana tidak, banyak yang saya kerjakan dan banyak yang saya lakukan 5 bulan belakangan ini, berawal dari KKN, PPL, ngurus skripsi, mondar mandir dari lokasi study, tempat kerja, kampus, kejar kejaran sama dosen, trus keinginan untuk segera di acc, dan kesemuanya berimbas menyerang fikiran dan body yang cepet sekali sakit dan drop, pola makan yang tidak teratur, makan makanan yang tidak menyehatkan, kaya bakso, sambel, mie ayam, rujak dan makanan makanan kesukaan ku lainnya yang jika di konsumsi terus menerus akan berdampak kurang baik bagi ketahanan tubuh, dan kesemuanya akhirnya sampai ke finalnya, usus / saluran pencernaan ku terkena infeksi, dan mahsya Allah sakittnyaa luar biasa, drop total..dipaksa istirahat selama 2 hari di rumah.

Kata mba ku sih suruh opname aja, tapi aku nehi nehi, liat jarum suntik aja dah lari ngacirr, haduh... bener bener sakit itu gak enak sekali rasanya, mana fisik cepet drop nya, belum juga skripsi kelar, udah di serang sakit yang mengharuskan bed rest total.

06 Maret 2012

Sebelum, lempar topi tinggi tinggi!!

Sebelum kami melempar topi tinggi-tinggi, kami harus terlebih dahulu melewati berbagai banyaknnya batu sandungan yang rupanya cukup menguji mental dan ketekunan kami semuanya. Bagaimana tidak, rasa lelah yang di rasa rupanya belum cukup benar-benar tuntas kalau semua batu sandungan dan uji mental itu belum kami lewati, menyelesaikan laporan, menyelesaikan proposal skripsi, menyelesaikan skripsi, menyelesaikan kewajiban kewajiban lainnya, mencari dosen keliling keliling mengitari seluruh ruang kampus, tak jarang mendapat gertakan dari dosen, mendapatkan teror masal yang jatuh tempo wajib mau tidak mau harus selesai, jika tidak harus menerima kenyataan untuk lulus tertunda dan sebagainya.

Sebelum kami lempar topi tinggi-tinggi, sebelum kami berada pada satu titik berupa moment ceria bahagia, yang sering di capture untuk menggambarkan saat wisuda, lengkap dengan toga dari Universitas kita menimba ilmu tentang belajar disiplin ilmu yang kita geluti 4 tahun lamanya, lengkap dengan baju toga, konde bagi yang tidak berjilbab, kebaya cantik dan warna yang cerah sesuai kesukaan kita, yang laki laki ber jas dan berdasi, senyum sumringah yang merah dan merekah bak buah delima yang mulai ranum, namun kesemuanya itu tidak akan pernah kita temui jika memang kita belum menempuh satu ujian yang luar biasa besarnya berupa laporan akhir yang di beri nama skripsi. Corat coret kertas A4 80 Gram yang nyaris hampir 3 RIM lebih, susunan rumusan masalah, literatur sebagai bahan tambahan daftar pustaka pun terasa begitu menjelimetkan. Semuanya tak akan terbayar lunas jika kita belum menempuh hal-hal tersebut.

Suatu moment wisuda yang di nanti kan bagi kami yang terbiasa dengan kebersamaan, terbiasa dengan canda tawa bersama, bergelut dengan displin ilmu yang di jalani.

Suatu moment kebahagiaan wisuda yang di gambarkan adalah

Tak akan ada yang bersedih nanti di hari wisuda nanti.

Orang tua hadir dan orang tercinta hadir

Si fulan dengan orang tercintanya, si fulanah dengan teman dekatnya, dan lain-lainnya.

Beban terangkat sudah, hari tanpa kuliah dan tanpa kompensasi dan tanpa teror, telah tiba.

Besok bisa tidur nyenyak, bisa bangun siang, dan bisa merapihkan buku buku yang selama ini menjadi teman setia menyelesaikan skripsi dari pagi, siang, sampai malam.

Besoknya lagi demikian

Besoknya lagi demikian

Besoknya lagi juga demikian

dan seterusnya...

Hingga akhirnya terdengar kabar si anu sudah diterima kerja, si fulan sudah masuk ke tahap interviuew, si fulanah membuka bisnis wirausahanya yang kedua.

Dan akhirnya bergegas untuk cepat cepat meraih ijazah, susun rapi dalam map dan siap melamar pekerjaan.

Sebulan, dua bulan, tiga belum, belum jua mendapatkan hasil. Sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan disiplin ilmu.

Empat bulan, lima bulan, enam bulan, usaha pencarian kerja melebar sampai ke wilayah “terserah mau kerja apa saja yang penting kerja”. Sementara si fulan sudah mendapatkan contract dengan perusahaan luar negeri, si fulanah sukses dengan bisnis wirsauahanya dan mau membuka cabangnya yang ke tiga, si anu sudah pindah kerja dengan gaji yang menjanjikan, si ina sudah keterima menjadi pegawai negeri sipil dan lain-lainnya.

Tujuh bulan, delapan bulan, undangan pernikahan dan aqiqah masih berdatangan. Semuanya serasa perjalanan hidup yang luar biasa panjangnya.. luar biasa indahnya, luar biasa bahagianya, luar biasa nikmatnya dan luar biasa ujiannya.

Life is tough and it's tougher if YOU don't learn.

Wisuda, adalah (hanya) salah satu momen (kebahagiaan) yang niscaya akan kita alami dan kita lalui.

After that, U gotta have plans

Rencana apapun yang penting rencana. Jangan terbuai dengan kebebasan semu. Bebas dari beban kuliah. Bebas dari beban kompen apapun. Bebas dari bertemu dosen killer.

U have two choices.

First, seeking for good job. Cari pekerjaan. Lebh baik lagi bila sesuai dengan latar belakang disiplin pendidikan. Walau, berbeda pun tak masalah.

Second, making job. Alias membuat pekerjaan. Alias lagi, wirausaha. Merintis pekerjaan sendiri. Tidak perlu modal (uang) banyak. Asal punya ide unik, original dan berani memulai. Bisa jadi, modal yangmenjemput kita Bukankah, tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah?

Kita semua pasti akan wisuda tahun ini..Untuk kawan kawan seperjuanganku..Khusus untuk Prodi Pendidikan Ekonomi, Semangatlah...Anggap skripsi sebagai ajang uji nyali, dan tes mental kita, supaya nantinya, kita semua bisa sukses dalam mencari pekerjaan, maupun sukses untuk berwirausaha.

Happy Skripsi Guy's.. Semangat !! Juli ini kita pasti lulus semua..

P.S : Anak Anak Pendidikan Ekonomi Semester 8 Universitas Pancasakti Tegal 2011/2012