12 Juni 2010

Tolong jangan Hakimi saya

saat pada waktunya saya bingung harus melakukan apa lagi, saat itu juga segala kreatifitas saya mati. mandeg pada porosnya. saat sebuah hubungan tak ingin ku pertaruhkan, di sisi lain banyak tuntutan ini itu, yang jujur aku bingung, sangat bingung. sebenarnya apa yang terjadi. beribu tanda tanya membuka otaku. ku awali namun tak pernah ada respon. ku mengurangi namun tuntutan itu bergeming. ya tuhan ku butuh titik ternyaman untuk kami. bukan hanya saya dan bukan hanya untuk ia. di sini untuk kita. ia dan saya. sebenarnya bingung, tapi tak ingin ego saya melebihi ia yang diam, mencoba memberikan respon, namun tak pernah ada sinyal balik dari ia. itu yang membuat ku untuk mengalah dan diam, menunggu apakah masih ada respon positif dari ia untuk ku. sumpah ku bingung harus bagaimana. sejatinya aku selalu merespon apa yang ia sampaikan, namun ..... jatuhnya saya bingung dengan sikap ia. Tolong jangan hakimi saya. ku ingin kita instropeksi, apa yang sebenarnya terjadi. jangan menilai ku seburuk yang kau kira. memang tak ada gunanya kata sayang cinta atau apalah. namun bagiku respon positifmu membuat ku bahwa kau memang pencinta ku yang sejati. saya perlu menjelaskan ini, saat kau tak pernah merespon ku, meski lewat sms atau telp sekalipun, hanya 1 nada yang kau berikan, saat itu ku yakini, kau memang tak ingin ku mendengar segala celotehmu. maka ku diam, berharap bahwa kau akan kembali melihatku, dan meresponku, tak ada niatan ku untuk mengacuhkan semuanya, sedikit pun, tolong instropeksi sejenak, untuk kau dan aku. untuk hubungan kita. kami masih terlalu merdeka.

3 komentar:

Ra'want mengatakan...

sering juga saya mengalami seperti ini

nYach's and Company mengatakan...

kunjungan pagi sambil baca curhat, maaf baru kunjung skarang ke rmh Ari

mon monde mengatakan...

Mungkin seperti biasanya, diibaratkan orang yang sedang kumat dari penyakit atau lainnya akan segera menyehatkan kembali dengan berbagai cara agar seperti sedia kala untuk sehaat kembali.
Lantas apa sama dengan sebuah hubungan percintaan yang masih dalam berpacaran? Hmmm, kayaknya mungkin banyak yang mengalami namun seperti tak seperti pada hubungan kami yang selalu masih peduli dengan egoisme nya masing masing.
Seperti ini kasusnya,tapi aku lihat dari pengalamatanku sendiri dan mungkin ini juga jawaban yang egois yang tanpa melihat dari sisi luar lain. Aku ambil dari mataku dan penilaianku. Adalah sebuah pacaran long distance, sekarang sekarang aku informasikan diriku kepadanya walau minimalnya sekadar sms namun lama lama aku yang harus mengawalinya. Rasanya satured banget kalau demikian caranya. Dan apabila aku singgung tentang hal itu maka akan ada sebuah cekcok dan berujung do you know-lah. Dan seperti itu yang diperolehnya.
Tapi biarlah.... Aku hanya bisa berdiam

Sumber : duniatulisansaya.tk