20 Agustus 2010
17 Agustus 2010
Dirgahayu Indonesia “HIDUP atau MATI harus tetap MERDEKA !!!!!!!!”
Indonesia kini Merdeka, Meski bagi saya Merdeka bukan dalam arti yang sebenarnya. Oke, mungkin kalau menunut sejarah, 65 tahun yang lalu Indonesia di jajah oleh Belanda, di buat sengsara oleh Belanda, di tindas dan tidak di manusiakan. Dan akhirnya dengan bambu runcing senjata khas Indonesia untuk melawan belanda berkhasil mengusir penjajah hingga tanah air ini milik kita masyarakat Indonesia, dengan gemah ripah loh jinawinya. ya.. menunut sejarah 65 tahun lampau.
Tapi bagi saya, Merdeka sekarang adalah bukan dalam arti yang sebenarnya, karna Merdeka bagi saya adalah, di kala masyarakat Indonesia hidup sejahtera, tak ada yang namanya miskin makin miskin, dan tak ada yang namanya yang kaya makin serakah.
Tapi saya tetap bangga, meski di umurnya yang kini masuk senja 65 tahun Indonesia, ia masih terus semangat, meski tergopoh - gopong bangkit dari keterpurukan ekonomi.
I love Indonesia, semoga di umur mu ini, engkau makin jaya, makin semangat menumpas ke tidak adilan di muka bumi ini, dan semakin jaya dalam segala aspek nya.
Indonesia bagi saya adalah rumah terindah bagi segala aset bangsa, tempat berkumpulnya segala aset aset penting bangsa, tempat persatuan pemuda pemuda bangsa, tempat segala kenangan dari masa penjajahan hingga masa kemerdekaan dalam arti sebenarnya.
Semangat lah kau Indonesia.
HIDUP atau
MATI tetap harus
MERDEKA!!!!
16 Agustus 2010
Heart Break !!!
“Hai Bung … Apakah kau tau bagaimana warna hati ketika bahagia? atau bagaimana bunyinya ketika terluka?”
Hah.. hari ini aku ingin istirahat dulu, rehat - rehat dulu, mengendorkan syaraf otot yang tegang, malasan dulu, menyalurkan hobi dulu, pokoknya have fun lah.
Mungkin akhir ini banyak menguras pikiran, bukan tenaga ya? Bergelut dengan argument yang kolod, selalu membuka kamus ketika akan mengartikan argument yang kolod, selalu belajar mengalah, selalu menyempurnakan sendiri perkataanya yang salah, dan selalu mendeskripsikan apa yang di ucapkan dari mulutnya sendiri.
Mungkin ia tak pernah sadar, atau mungkin gak akan pernah sadar, karna emang susah di sadarkan, tapi why not, saya cukup puas, bisa memerdekakan diri saya sendiri, bermain – main lagi, enjoy dengan pikiran saya sendiri.
Heart Break, cukup menyempurnakan hati saya lagi, bisa membuat saya merasa fresh lagi memulai langkah yang baru. Memulai lagi segalanya dengan lembaran yang baru.
Oke lah kalo beg beg git chu... bentar lagi “pitulasan”, bukan hanya negara kita yang merdeka, meski kenyataanya masih belum Merdeka seutuhnya, yang miskin makin miskin, yang kaya makin semena mena. Tapi gak ada salahnya merdeka itu di awali dari diri sendiri, merdeka dari penjajahan pikiran, merdeka dari ucapan ucapan yang tak masuk akal, dan merdeka dari argumen argument yang kolod.
HIDUP atau MATI tetep harus MERDEKA !!!