Tampilkan postingan dengan label Akhir Kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhir Kenangan. Tampilkan semua postingan

09 Oktober 2012

Innalilahi Wainnailaihi Rojiun :(


Innalilahi Wainnailaihi Rojiun
Lemes gak bisa ngomong apa apa lagi
Berita duka ini mengingatkan ku dengan Bapaku dulu..
Ayah tiriku meninggal dunia,  aku menyebutnya dengan panggilan pak haji dongkal, itu karna ia bersama ibu ku tinggal di dongkal. Aku akuin, layaknya bapak tiri, ia bukan seperti bapak tiri, beliau baik, beliau baik sekali dengan ku. Seperti bapaku dulu.
Aku belum bisa menerima kenyataan, orang yang baru aku temuin kemarin ternyata telah meninggal dunia, yang baru bisa aku anggap sebagai bapak ternyata telah meninggalkan dunia ini.
Dengan kondisi yang sama, sempet koma seperti bapak dulu. Ya Allah, ampuni doa dosa orang tua ku.
Ya Allah, ampuni dosanya, ampuni dosa dosa orang tua tua hamba, yang meninggal maupun yang masih hidup.
Lapangkan kubur nya, cabut segala dosa dosa nya, Ya Allah, ananda berdoa dengan penuh khusyuk, dengan penuh tetesan air mata, semoga Engkau Mengabulkan doa doa ku ini.

01 Oktober 2011

Mengenang 1 Oktober 2011

Sudah 1 tahun bapak tiada, Tepat di tanggal dan bulan ini bapak meninggal dunia, menghembuskan nafas terakhirnya di tengah2 kami sekeluarga, menitipkan banyak amanat dan tanggung jawab kepada kami sekeluarga.

Bapak meninggal tepat di pangkuan kakak ku yang tertua, dan sempat menggenggam tangan ku erat, hingga akhirnya tiada.

Banyak pelajaran dan amanat amanat singkat bapak kepada kami sekeluarga. Tanggung jawab itu semakin besar ku rasakan, setelah 1 tahun ini tak ada bapak di samping saya. Saat saya bangun tidur maupun di saat di tengah tengah aktivitas saya sehari hari.

Untuk mengenang 1 tahun almarhum bapak tercinta, Insya Allah nanti malam akan di adakan doa tahlil mengenang 1 tahun ( mendak pertama; Read: jawa ) pada :

Hari : Sabtu Malam Minggu

Tanggal : 1 Oktober 2011

Pukul 19.30 / ba'da Isya

Tempat : Rumah ku Jln. Kh Zaenal Arifin No 46 Rt 05 Rw 04 Kel Panggung lama.

Mohon doa nya agar bapakku lebih tenang di sana, di ampuni semua kesalahan nya, di bukakan pintu maafnya, dan di lapangkan serta di terangi pula kuburnya. Amin ya Rabbal Alamin..

Undangan Tahlil pun sudah selesai aku buat, dan sudah di sebarkan semua kepada tetangga, kerabat bapak, sanak keluarga bapak di tegal.

Ini Contoh Undangan Tahlil Mengenang 1 tahun Almarhum bapak.

27 Juli 2011

Ramadhan Pertamaku Tanpa Bapak...For The Very First Time In My Life...

Bismillah...

Bulan Suci Ramadhan sebentar lagi akan di depan mata, ada rasa yang aneh dalam diriku, seketika menangis sendu, dan seketika menangis bahagia.

Yah... inilah bulan suci Ramadhan pertamaku tanpa Bapak tercinta. Menjelang bulan suci ramadhan seperti ini, rasa terharuku seperti berlomba – lomba dan berloncatan dari tubuh, disitulah air mata ku seolah mampet di ujung mata. Hah... Ya Allah..aku rindu Ramadhan ku bersama bapak, dimana semuanya begitu indah dan spesial sekali.

Saya ingat, saat ramadhan tahun lalu, dimana saya menyiapkan menu menu sederhana kesukaan bapak. Sayur asem dengan sambal tomatnya, dan menu kesukaan bapak lainnya, seperti sayur lodeh dengan sambal goreng tempe kesukaan bapak, meskipun sesekali bapak menyuruhku untuk membeli masakan matang saja untuk menu berbuka puasa bersama berdua di rumah, dan menyiapkan air teh panas kesukaan bapak. Lalu saat adzan maghrib berkumandang aku dan bapak Shalat maghrib terlebih dahulu sebelum menyantap makanan berbuka puasa bersama. :(

Dan aku juga ingat betul, betapa anehnya lebaran tahun lalu, For The Very First Time In My Life, saya mencium pipi bapak, mencium tangan bapak, dan berfoto bersama dengan keluarga, entah kenapa bisa begitu, ada rasa enggan berpisah yang asing, yang tidak bisa dimengerti kenapa demikian.

Saat itu, saya seolah disadarkan bahwa wajah bapak yang menua, dan penyakit Bapak yang mulai menggerogoti daya ketahanan tubuh Bapak, seolah – olah melumat habis dirinya. Ya Allah aku ingin menangis begitu mengingat kenanganku tahun lalu bersama bapak...

Setelah Ramadhan berlalu dan Idhul Fitri tiba, daya tahan tubuh bapak mulai menurun, seolah olah untuk berdiri dengan kedua kakinya pun sudah tak kuat lagi, butuh penopang untuk melakukan aktivitas bapak lainnya, berulang kali bapak berkata, di sela sela aku dan bapak duduk berdua di depan televisi, bahwa Bapak sudah sangat letih, sudah habis tenaganya, dan merasa ingin istirahat saja, mungkin itulah kali terakhir perbincangan terlama yang pernah saya lakukan bersama bapak. :'(

Sambil memijat kaki Bapak yang bengkak dikarenakan komplikasi akibat diabetes yang di idap Bapak puluhan tahun, dan akibatnya semua organ tubuh bapak mulai terkomplikasi. Yang hingga akhirnya puncaknya pada tanggal 1 oktober 2010 bapak harus masuk rumah sakit dan koma, dikarenakan gula darah dalam tubuh bapak naik drastis. Dan menghembuskan nafas terakhirnya di tengah tengah kami sekeluarga. Itulah sebabnya saya trauma kalau harus menginjakan kaki saya di rumah sakit. Bau kreolin ( Pembersih lantai ) yang menyeruak di udara, melihat alat alat kedokteran yang pernah menempel di tubuh bapak, bau obat, bau tubuh para perawat yang mondar mandir di depan hidung.

Iya, saya merindukan bapak, meskipun pernah saya ribut besar dengan bapak, meskipun saya belum menjadi anak yang bisa di banggakan olehnya, ada sejuta keinginan bapak yang masih belum terpenuhi, seperti melihat aku berbahagia, melihat aku sukses, dan melihat aku menjadi anak berguna untuk sesama ku, dan bapak ingin bisa naik haji.

Aku merindukan saat bapak memarahiku, kala Shalat ku yang pernah terabaikan, kala puasa ku yang pernah terlewati, kala nilai ujian ku yang menurun drastis. aku ingat sekali, betapa Bapak mencoba menahan senyum bahagianya saat aku ( yang sudah mati – matian ) untuk memperbaiki Shalat dan ibadah wajib ku kepada Allah lainnya.

Yes, Maybe I Do Miss You Dad, sambil menengadahkan tangan, membacakan doa Alfatihah sebanyak tiga kali, sehabis Sholat ku, mendoakan bapak dengan caraku.

Bapak, semoga bapak bahagia di sana, kami ( Mba lia, Mas Oji, dan Ari ) anak – anakmu selalu sayang kepadamu. Tahun ini, Ramadhan yang sepi tanpa ada Bapak di sini... Kami sayang padamu...Kami rindu suara Batuk Bapak, kami Rindu tetesan air mata Bapak, kami Rindu perintah – perintahmu untuk melaksanakan Shalat dan Puasa, kami rindu suara langkah kaki mu yang tertatih, suara tawa khas mu. Bapak Maafkan jika kami jarang mematuhi perintahmu..

Kami rindu Bapak...

Miss You So Much Pak..!!!

19 April 2011

Chapter II : Nasi Berkat :)

Morning..............

Apa kabar?? Selasa ceria, cerah, dan bahagia. Amin..

Pernah baca postinganku tentang Antara Bapak dan Nasi Berkat??. Kira kira itu aku postingin 29 des 2010 dulu. Tentang kerinduanku kepada Bapak dan kebiasaan kebiasaan ku dengan bapak, salah satunya adalah kisah ku tentang Nasi Berkat yang setiap bapak ada undangan pengajian pasti membawa nasi berkat.

Memang banyak kisah antara aku dan bapak, khususnya tentang kegemaranku makan nasi berkat pemberian bapak. Sudah lama sekali aku tidak merasakan nasi berkat pemberian bapak. Yang bapak dapatkan jika menghadiri pengajian berupa pindahan rumah tetangga atau undangan lainnya.

Nah sekarang, mungkin Allah meng – Ijabahi doa ku, atas kerinduanku terhadap kenangan tersebut, dan kerinduanku tentang nikmatnya makan nasi berkat yang di peroleh dari undangan tetangga atau syukuran lainnya.

Jadi begini, selepas saya pulang kuliah, sekitar jam 6 sore, tiba tiba tetangga rumah saya mengetuk pintu, dan mengucapkan salam, ehh........ternyata dia membawa rezeki yang saya tunggu tunggu selama ini, yaitu satu kotak nasi berkat. Saya langsung berucap syukur dan berterima kasih sama tetanggaku karena bukannya bagaimana, selain rasa kerinduan saya terhadap nasi berkat juga kerinduan saya saat saya dulu selalu makan bersama bapak.

Ciri khas dari nasi berkat adalah, lauknya yang sedap dimakan, dan konon, kata bapak, saat kita makan nasi berkat, Allah insya Allah akan memberikan keberkahannya juga kepada setiap apa yang kita makan. Amin amin

Tapi sekarang bedanya, saat saya mendapatkan nasi berkat ini, sudah tidak ada bapak lagi, dan saya harus makan sendiri tanpa di temani bapak, so gimana gak sedih jika harus mengulang memori indah bersama bapak tercinta, dengan saksi bisu berupa nasi berkat yang biasa diberikan oleh bapak kepada saya dan kita makan bersama sama.

Mahsya Allah, sungguh kenangan yang tak terlupakan. Insya Allah bapak bisa mendengarkan ku tentang kerinduan ku, tentang kenangan kenangan indah ku dengan bapak.

Antara Aku, Nasi Berkat dan Bapak.

09 April 2011

Rindu Bapak

Assalamualaikum....

Saya Rindu bapak, meski kini ibu beberapa kali pulang pergi dari pemalang ke tegal, tapi jujur aku tetep rindu figur bapak.

Bapak yang tak kenal menuntut. Selalu menerima apapun, tidak pernah membebani anak anak nya, aku kangen bapak.

Buat saya Bapak adalah ibu bagi saja, laki laki yang bisa melakukan apapun demi anak anaknya, jujur, setelah berpuluh puluh tahun saya di tinggal ibu, kini beliau kembali, tapi rasa itu sekarang hambar, saya belum bisa menemukan di mana letak kasih sayang ibu untukku. Terkadang sesekali perlakuan saya terhadap ibu pun masih terasa kaku. Begitu pula dengan ibu.

Sesekali saya selalu iri melihat sahabat – sahabat saya yang dengan lues nya curhat ngalor ngidul dengan ibu mereka. Sedangkan saya? Masih kaku seperti ini. Ya Allah.....

Sekian kali saya merindukan figur bapak, merindukan bapak masih di sini, di samping saya, mengajak saya bicara, mengajak saya ribut – ribut kecil, hah........ kini tak ada lagi seseorang yang bisa membuat saya ribut – ribut lagi.

Kapan ya saya bisa bertemu Bapak?? :'(

13 Januari 2011

Terus Berjalan

Sekarang harus kembali lagi, berjalan lagi, menemukan hal baru, terus berjalan, tidak boleh menyesali apa yang sudah terjadi, ingat saja nama ALLAH, buka kembali hati, bebaskan hati, tidak ada penantian lagi, ikhlaskan yang sudah terbang pergi menghanyutkan.

Meski tidak mengharapkan ini terjadi, tapi ingat lah, ALLAH itu maha adil, god not sleep, DIA punya rencana sendiri, DIA punya kunci untuk membuka pintu masa depan untuk ku nanti.

Ingat saja, nama nama ALLAH, jangan hanya nama nama orang yang engkau kecewakan, atau mengecewakan, ingat hidup pasti ada batu sandungan, ada krikil krikil, hingga akhirnya kau mampu melewati semuanya, dan itulah kelulusan mu sebenarnya.

Nikmati saja apa yang sudah terjadi, niatkan yang baik – baik lagi, terus ikhlas, terus menerima yang sudah terjadi dan belum terjadi. Nikmati hari mu dengan santai, konsetrasi, tinggalkan yang telah berlalu, indah kan harimu dengan senyuman mu dan orang sekelilingmu.

Bismillah.........

Besok tak akan ada lagi

Hah berapa kali ya aku ngucapin finish? Ngucapin the end, tapi ujung ujung nya aku seperti menjilat tulisan ku sendiri, dan aku kembalikan pada perasaan ku yang dulu padamuh. *ST12 banged :D

oke next, kini sudah ada kesepakatan, ini sudah berakhir, cinta saya loh yang berakhir, bukan hidup saya, bukan dunia yang berakhir, tapi cinta saya. *makantuh cintrong :D

Flash back ah, boleh kan aku kembalikan memori ku untuk terakhir kali nya, terakhir kali nya, sudah habis itu tidak ada lagi, aku percayakan ini postingan terakhir about him.

Aku ini memang cinta dan sayang banget sama dia, udah jangan di tanyakan alasannya, padahal dia jauh banget, di kutub selatan, dan aku di kutub utara *lebay. Segala ribu dan juta kondisi sudah aku lewati, sudah aku alami, kecewa, bahagia, menangis, tertawa, berdebar – debar, dkk nya. But, banyak hal yang memang aku beranikan untuk mengatakan bahwa aku lelah, karna kondisi ini yang menuntun ku, untuk suatu tidakan pasti, karna hati kita terpisahkan oleh 2 kutub. Oke aku salah, karna aku mengerong ngerong akan kepastian. *saya ngaku dah.

Now, terlalu ribet untuk menjelaskan karna memang ribet bet bet bet, kaya benang kusut yang di urai kembali, yang jelas, aku dan kau memang sulit untuk di persatukan, kau ego, aku ego, kau keras aku keras, kau lemah aku kuat, aku kuat kau lemah, kau sibuk aku santai, aku sibuk kau santai dan etc. sekarang aku hanya ingin lebih kuat, sekuat ego dan prinsip mu, aku ikhlaskan kau berlalu dan berlalu, aku turut bahagia melihat kau bahagia dengan yang lain.

Now, akhirul kalam, Tinggalkan kenangan mu, jejakmu, perasaan ku padamu, fikiranku padamu, dan mu mu mu lainnya, tinggalkan dan lupakan. Beranjak pergi dan tak ada ada air mata lagi, sudah letih untuk menarik dan mengulur nya kembali, kini, biarkan aku duduk tenang, manis bermain main dengan imajinasiku, bahwa tak ingin ku temui seseorang sekeras kau, aku sekarang luluh, dan lemah, meski kau di sana keras.

Kembali menghargai diriku kembali, mempercayai takdirNya, mempercayai akan ada mukjisat lain untuk ku, the miracle of love. Ku doakan kau bahagia dan sukses dunia mu. See you good bye. Hapuskan.........................

11 Januari 2011

Dalam Diam

Biasa bersembunyi dari fikiran – fikiran yang hingga kini masih memburu tangisku, aku terduduk lama, mungkin waktu akan tertawa melihatku terdiam, memutar otak, untuk sekedar menorehkan larik – larik hatiku pada lembaran maya yang telah ku arsipkan sebagai suatu langkah dalam perjalanan hidupku.

Tak tahu lagi harus lari kemana, dalam pagiku aku di sudut, siang aku sudut, hingga malampun letakku masih tetap di sudut.

Entah apa yang aku lakukan, aku menunggu dia mengetuk pintu kolonialku, seperti yang jarang ia lakukan. Saat menjaga maaf ingin kembali, tapi sepertinya dia tak akan datang, tak perduli Oasis, siapa yang akan mendengar gelak tawa sesenggukan ku?

Aku hanya memandang pada satu sudut, saat dimana kenangan – kenangan itu akan berakhir, teman aku hadirkan, hari hari aku larutkan, tawa aku keluarkan, namun dalam sangkar aku masih memeluk diriku sendiri.

Dalam setiap lamunan, dia selalu datang, lantas menari – nari di pelupuk kanan dan kiri mataku. Menjajah hati dan pikiranku.

Dia tampak tak pernah mau tahu, menggotongku tak henti ke hulu dan hilir, kapan kau akan kembali ?, padahal aku sudah terlalu lelah dengan cemas, sungguh. Tak lebih dari mimpi yang selalu gagal berkemas menuju pagi. ALLAH bolehkah aku pergi….meninggalkan semuanya yang masih tertinggal di pelupuk mataku?? Yang menari – nari di kediaman hatiku ??

ALLAH.......... aku tidak ingin segagal ini, sekecewa ini, sepedih ini. Meski jawaban pasti sudah aku dapatkan.

Pak :((

Pak, bolehkan aku datang ke makammu? Menangis di pusaranmu? Aku gagal kembali pak??? pak tolong sampaikan kepada ALLAH, ari ingin di pertemukan dengan jodohku, dengan seseorang yang menyayangi ku tulus, menggantikanmu, menjaga ku di dunia ini, menjadi imamku dalam ibadahku kepada ALLAH.

Pak......... Bolehkan aku udatang kemakammu?? sendirian, membacakan doa dan surat Yasin di pusaranmu. Pak ............... :((

D'Masiv - Apa Salahku

Apa salahku

Kau buat begini

Kau tarik ulur hatiku

Hingga sakit yang ku rasa

*

Apa memang ini yang kamu inginkan

Tak ada sedikitpun niat ‘tuk serius kepadaku

**

Katakan yang sebenarnya

Jangan mau tak mau seperti ini

Reff:

Akhirnya kini aku mengerti

Apa yang ada dipikiranmu selama ini

Kau hanya ingin permainkan perasaanku

Tak ada hati tak ada cinta

Apa memang ini yang kamu inginkan

Tak ada sedikitpun niat ‘tuk serius kepadaku

Katakan yang sebenarnya

Jangan mau tak mau seperti ini

Kembali ke Reff: 2x

Akhirnya kini aku mengerti

Apa yang ada dipikiranmu selama ini

Kau hanya ingin permainkan perasaanku

Tak ada hati tak ada cinta

Apa salahku

31 Desember 2010

Menunggu ... lantas terompet di bunyikan.

Sumber Gambar : Klik
Tanpa terasa, akhirnya hari ini datang juga. Hari terakhir 31 Desember 2010 dan besok udah hari baru, tanggal baru bulan baru dan tahun baru 1 januari 2011. Itu berarti, sebentar lagi tahun 2010 ini akan berlalu, digantikan tahun baru 2011.

Cepat sekali waktu berlalu. Rasanya, baru kemarin kemeriahan menyambut tahun 2010 berlangsung. Baru kemarin terompet karton itu dibunyikan, kembang api aneka warna dinyalakan. Baru kemarin rasanya resolusi itu kutulis. Tapi ternyata, kehadiran tahun 2011 tinggal menghitung jam, menit, detik dengan itungan jari tangan pun bisa.

IhiY.....Malam tahun baru udah dateng, semangat kita juga harus baru juga dong. Melihat apa saja yang sudah kita perbuat di tahun lalu, lantas sebisa mungkin merubah hal yang kurang pantas alias jelek bin uwelek mblegedes.

Dan tidak lupa membuat resolusi di tahun baru ini. Harapan apa, rencana apa saja yang akan kita lakukan, tapi jangan hanya harapan dan rencana saja yang tersusun rapi, tapi juga harus di sertai semacam effort. Biar rencana itu tidak sekedar rencana.

Masa iya? Pengennya macem macem tapi tidak ada namanya usaha untuk meraih hal itu? Hanya berharap besok tercapai semua resolusi kita?? ya tidak mungkin kan?? so ..... buat rencana yang setinggi – tingginya tapi tetap dalam range yang bisa kita jangkau.... seperti quote “(Gantungkanlah mimpimu setinggi langit di kamarmu)” *sory aku lupa quote selanjutnya :D

Rasanya.. banyak sekali rencana yang masih menjadi rencana. Resolusi masih menjadi resolusi dalam kata dan bukan perbuatan. Banyak kemalasan yang kupercepat serta penundaan yang kusegerakan di tahun 2010 ini.

Dan sekarang, aku terdiam dalam tanya.

Kemanakah sang waktu?

Mengapa cepat sekali ia berlari?

Sementara diri ini masih tertatih mengejarnya.

Mengapa cepat sekali ia berlalu??

Sementara hati ini belum juga tau, kemana hendak menuju.

Ahh................pantaskah kumenyalahkan sang waktu?

Sedang ia tidak melakukan apapun kecuali menjalankan tugasnya.

“happy new year everyone”

25 Desember 2010

THE END (25 DESEMBER 2010 ) SAKSI BISU

Sudah di hapus dalam daftar pertemanan pada salah satu situs pertemanan.

Dan meski tidak keluar langsung dari mulutmu, akan setatus hubunganku, sudah pastikan semuanya THE END. Terima kasih, sudah singgah meski sementara, mempertemukan aku dengan keluargamu, mengenal semua keluargaku termasuk orang tertinggi yaitu Almarhum bapak, dan semua orang tedekatku.

Aku cuman bisa berdoa, semoga engkau orang yang terakhir menyakitiku, orang yang memberikan harapan tentang masa depan, meski semu, sudah mampu aku lukiskan dalam fikiran ku.

Semoga engkau bahagia selalu dengan pilihanmu kelak, dengan orang yang bisa memahami mu, memahami karakter sifatmu. Meski hubungan ku longdistance, tanpa kontak fisik, tapi menurut ku 1,5 tahun sangatlah hebat, sangatlah sempurna, tak ada yang mengalahkan kesempurnaan hubungan ku dengan mu. Meski akhirnya kau memutuskan tanpa keluar dari bibirmu sendiri. Dengan cara yang sangat bodoh, menghapus akun efbe ku dalam daftar pertemananmu.

Semoga kelak kau akan lebih baik lagi, lebih sempurna lagi, lebih bahagia dari sebelumnya. Terima kasih. Bukan kah banyak seseorang yang menanti cinta mu?? semoga salah satu nya bisa menyempurnakan hidupmu di sana. Tanpa celah tanpa kekurangan seperti saat kau dengan ku.

Untuk keluargaku, insya Allah. doakan ananda mu ini, menemukan seseorang yang terbaik, yang menyayangiku atas dasar iman dan islam..

25 Desember 2010

Saksi Bisu

THE END.

14 Desember 2010

Ayah Aku Rindu Padamu

Ayah aku rasa sunyi sejak kehilanganmu di dunia ini di saatku meniti kejayaan ini

Ayah aku menyanjungi jasamu yang terlalu agung buatku tak dayaku membalas jasa dan budimu

Tanpa kamu hilanglah haluan hidupku terasa siksanya di jiwa ini Tak dapatku membalas jasamu di dunia ini

Di pagi raya kupohonkan kemaafan keinsafan Ku doakan agar rohmu Dicucuri rahmat Ilahi Oh Ayah…

Tanpa kamu hilanglah haluan hidupku terasa siksanya di jiwa ini namun aku tetap redha apa yang mendatang

Ayah aku menyanjungi jasamu yang terlalu agung buatku di hari raya ini ku merindui mu

22 Oktober 2010

"Allah Itu sayang sama elo"

“Allah itu sayaaang..banget ma elo...makanya elo dikasih segudang masalah...supaya apa? supaya elo KEMBALI PADANYA”

Dapat kutipan dari status temen, very nice banget bacanya, Ternyata kalau di resapi maknanya luar biasa. Masalah pada kehidupan kita justru membuat kita semakin yakin, hanya allah yang mampu membantu kita lepas dari jerat masalah. Subhanallah.. maha besar allah dengan kuasanya.

Setelah ku kehilangan bapaku selama – lamanya untuk menghadap sang illahi robbi, ku ikhlaskan semuanya. Mungkin beliau lebih bahagia, tenang dan nyaman di sisinya – Nya. Lebih bahagia mencium harumnya surga yang allah janjikan kepada manusia - manusia beriman.

Bukannya sok religius, tapi ini bener – bener yang kualami sekarang, sepeninggal Almarhum Bapak, aku merasakan lebih tenang, mungkin karna keikhlasan untuk melepas Bapak kembali kepada Allah. sedikitpun tak tersulut amarah yang berkobar, apa lagi di tambah alhamdulillah kini aku sudah mulai mengenakan Jilbab. Insya allah, Bapak di sana pasti bahagia melihat aku seperti ini. Dan lebih awas melihat segala tindakanku di dunia ini.

Setelah kepergian bapak, segala kewajiban yang pernah aku tinggalkan dahulu, kini berangsur angsur aku penuhi, dari solat lima waktu, membaca al-quraan, dan tak lupa mengirimkan doa dan surat al – Fatikhah untuk almarhum bapaku tercinta.

Subhanallah... ternyata ini kuncinya, kenapa aku baru tahu setelah bapak telah tiada?? aku percaya setiap masalah yang membelitku, entah kekecewaan dan penyesalan, adalah ujian allah untuk membuatku lebih dekat dan kembali pada -Nya. Amien ya robb.

19 Oktober 2010

Hari ini...................

Hari ini panas, terkadang mendung, tapi tidak berarti hujan, kenyataanya cucian yang dulunya bisa mencapai 2 ember, dan kini berkurang 1 ember bisa cepet kering.

Hari ini, tidur saya nomaden a.k.a berpindah pindah. Alasannya, karna cahaya lilinku telah padam, sesekali ku di perumahan with my sister, sesekali di humz full memory with alm. My father. Hikzzz kondisi yang teramat asing. Butuh adaptasi ekstra.

Pengen tahu, adaptasi apa yang ku lakukan saat ini, setelah sepeninggal my father???. sebelum my father pergi untuk selama – lamanya.

Aktifitas dulu :

Pagi : bangun jam 4 subuh, masak air anget, bawa rantang untuk beli sarapan, bikin teh tawar, mandiin my father, jadwal obat untuk pagi, go to kerjaan.

Siang : beli nasi bungkus, Tepatin jadwal obat siang hari to my father. Go to campus.

Malam : beli nasi bungkus, jadwal obat untuk malam hari, bikin teh tawar, nonton tipi, go to sleep. Liat bapak tidur pulas aja udah tenang banget.

And next...............

setelah my father pergi untuk selama – lamanya, kehilangan udah pasti kehilangan yang luar biasa, sedih lebih sedih dari di tinggal pacar, menangis, mungkin air mata ku lebih kering dari gurun pasir.

Aktivitas sekarang :

Pagi : bangun jam 5 pagi, solat subuh, go to kerjaan.

Siang :Solat Dzuhur, langsung go to campus.

Sore : Solat Ashar, nunggu jadwal kelas.

Malam : menentukan mau tidur di mana, sumpah keinginan ku saat ini adalah pengen tidur di kamar bapak, pakai bantal bapak, pakai kasur bapak, mengenang wajahnya, memimpikan hadirnya kembali. Sholat Isya, sms an sebentar, menghilangkan sepi, and go to sleep.

Kesimpulannya, aku rindu aktifitas yang ku beri nama “ KEDEBUGAN “, rindu aktifitas keseharian ku, entah apa lah namanya, yang jelas aku rindu hadirnya bapaku kembali. Rindu senyumnya, rindu tetesan air matanya yang ku curi, tanpa ia ketahui.

Allah, sampaikan kerinduanku yang mendalam untuk my father. Rindu restunya, rindu diamnya, rindu segala galanya yang berbau BAPAK.

09 Oktober 2010

Allah.. Titip Rindu Untuk Bapak Di surga

Harus menerima kenyataan untuk kehilangan seorang ayah adalah pukulan terbesar bagiku. Adaptasi sehari hari, canda tawa, kenangan, sapaan cuek ku di pagi siang dan malam hari, dari membuka mata hingga ku menutup mata, bapak lah yang menjadi cahaya lilinku selama 23 tahun ini.

Kini, semuanya harus ku terima, harus ikhlas bahwa lilinku telah padam, penerang hidupku telah pergi menghadap sang ilahi. Kenyataannya, air mata untuk banyak penyesalahn dan dosa dosa tak pernah aku singgahkan barang sejenak untuk mengenang masa masa bahagia melihat canda tawa, kesendiriannnya, kemandirianya.

Ya allah, bendung air mata ku ini sejenak, mengenang bapakku tercinta tak akan pernah ada habisnya. Allah, terima beliau di sisimu, bahagiakan beliau, masukan beliau dalam daftar penghuni syurgamu, hilangkan segala penyakit yang melekat dalam tubuhnya selama masa hidupnya di dunia.

Tapi aku yakin, meski bapak tak lagi di samping ku secara nyata, beliau mampu melihat kami memantau dari surga menyayangi kami meski dari kejauhan, dan menjaga kami selalu. Ternyata, belajar untuk ikhlas, lebih penting dari pada belajar ilmu formal. Subhanallah..

bapak.... tetaplah di sisiku, menjadi cahaya penerangku, menjadi panutan ku hingga ajal menjemput ku, dan bertemu mengabdi padamu kembali...

allah.. sampaikan rinduku untuk bapak yang di surga....jangan biarkan rindu ku hilang terbawa masa dan kekhilafan yang tak menentu. Sampaikan senyum termanisku untuk bapak di sana. Berikan tempat ternyaman untuk beliau, jangan siksa kembali beliau dengan sakit sakit nya selama masa hidupnya.

Bapak.... ari kangen, ari rindu tentang peringatanmu tentang solat, puasa, zakat, dan sodakoh.... bapak, ari rindu, tentang keseharian kita, tentang kebiasaan kita, dari matahari terbit hingga terbenam, menemani mu di akhir hembusan nafasmu tak cukup bagiku, ingin terus membasuh kakimu, memandikan tubuhmu, mencium kening mu.

Allah... sampaikan.. sampaikan.. sampaikan.. ari kangennnn bapakkk...........